UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI KERJA GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dilatarbelakangi oleh kondisi yang berupa:

(a) Terdapat cukup banyak guru yang memiliki motivasi kerja yang kurang, diukur dari: (1) Kegembiraan guru dalam melakukan pekerjaan, (2) Antusiasme kerja guru dalam mengembangkan dan melaksanakan program pendidikan ataupun dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran dan tugas lainnya; (3) Kesesuaiaian pekerjaan guru terhadap standar kerja, (4) Semangat juang guru dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah, (5) Konsistensi kerja guru ketika tanpa pengawasan, dan (6) Ekspresi kebahagiaan guru ketika menyelesaikan tugas dan komitmen pendidikan di sekolah;(b) Munculnya dampak buruk yang berupa kurangnya keberhasilan tujuan pendidikan di sekolah.

Tujaun pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui:(a) Langkah-langkah pelaksanaan supervisi akademis oleh kepala sekolah kepada guru untuk meningkatkan motivasi kerja guru

(b) Besarnya peningkatan motivasi kerja guru setelah pelaksanaan supervisi akademis dikembangkan oleh kepala sekolah.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Download file word PTS untuk pengawas sekolah

Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Pelaksanaan supervisi akademik dalam rangka meningkatkan motivasi kerja guru dilakukan dengan: (1) Solusi atas permasalahan guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran maupun dalam menyelesaikan administrasi pembelajaran. Permasalahan yang dialami guru dianggap sebagai factor yang menghambat munculnya motivasi kerja yang tinggi sehingga harus diselesaikan terlebih dahulu; (2) Pemberian motivasi secara langsung, yang dilakukan dengan (a) Menunjukkan fakta-fakta positif yang telah dicapai guru; (b) Memberikan Tantangan untuk Standar Keunggulan yang Tinggi; (c) Memberikan harapan-harapan untuk promosi kenaikan pangkat guru; (d) Menunjukkan skor pencapaian kerja guru; (e) Menyampaikan sanksi yang mungkin diterapkan bagi guru; (f) Menghadirkan pengawas sekolah dan kepala dinas pendidikan setempat; (g) Menciptakan suasana akrab; (h) Membuat bersama instrument observasi dan daftar sanksi; (i) Menunjukkan hasil observasi dan diskusi terbuka; (j) Memberikan penghargaan secara langsung atas prestasi guru; (3) Pelaksanaan supervisi akademik terbukti mampu meningkatkan motivasi kerja guru.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s